Minggu, 01 Februari 2015

Susah Signal






Main di jejaring sosial memang mengasyikkan apalagi dengan banyak aplikasi yang bermunculan. Kesendirian dan kesepian tanpa pasangan sebut saja jomblo tak akan terasa dengan menghabiskan waktu bermain di dunia maya tersebut.


Lain hal dan  lain cerita dengan tak ada signal. Kebahagian yang dirasa tadi akan jatuh berguguran satu persatu bahkan sekaligus breeeessss.

Signal dan kuota adalah satu paket yang tidak dapat dipisahkan di masa sekarang ini. Boleh diibaratkan mereka seperti pasangan kekasih yang difavoritkan untuk menang dalam acara yang bertemakan award.

Ada signal tapi tak ada kuota. Ada kuota tak ada signal,itu adalah hal yang menyakitkan. Memang tata letak alias lokasi di mana kita berada mendukung akan kedua masalah tersebut. Ini yang dinamakan sakit pakek banget.

Jomblo, sepi, gak bisa perbukan, twiteran, instagraman, stalking fb teman, fb mantan, fb inceran, dan segala aktivitas yang bisa lo lakuin kalau koneksi gak ccd alias cacat. Itu sakit, sesak nafas banget.

Oke keluar dari kesedihan gak bisa bermain di jejaring sosial, ada yang lebih menyakitkan buat gue. Donlot.

Gara-gara udah libur semesteran, gue gak bisa merasakan lagi internetan gratis di kampus. Gue harus PKL (Praktek Kerja Lapangan). Tempat PKL gue gak jauh dari rumah. Butuh waktu 30 menit lebih banyak, untuk sampai ke tempat PKL gue. Jadi gue mutusin gue pulang-pergi dari rumah.

Gue galau.Temen-temen gue udah pada kepikiran mau buat apa di tempat PKL mereka, bahkan udah ada yang mulai nyicil dari sekarang.

Kalau gue?
Gue udah tahu masalah apa yang bakal gue ambil. Tapi, gue bingung dari mana gue mulai ngerjainnya. Bukan curhat yeee.

Susah signal inilah yang akhir-akhir ini buat gue kepikian doi (baca: signal).
Gue butuh referensi dan aplikasi yang menunjang untuk sistem yang bakal gue buat.

Gue gak nyalahin rumah gue di goa.
Dulu, di rumah gue pakek operator apa aja bisa. Lancar.
sekarang?
Operator yang terkenal mahal pun gak sanggup menandingi lokasi rumah gue.

Anehnya, rumah temen gue yang lebih masuk goa gak menderita kayak gue. Ini gak adil. Gue galau, lagi.

Mengatasi kegalauan, gue cari tahu lokasi internet gratis di daerah gue. Akhirnya gue nebeng temen kuliah di kampus dia. Gue duduk di pojokan, buka google (user dan password udah dikasih tahu) searching daftar aplikasi di buku gue yang harus di donlot.

Walau gak secepat di kampus gue (kadang cepet), bahasa anak mudanya ngebut, gue beruntung banget hari itu.
Sebelum dzuhur, gue udah dapet dua aplikasi. Agak aneh memang, dengan ukuran awal 20 MB gue donlot cepet banget selesai.

Karena udah laper, gue langsung aja tutup laptop dan cari makan sebelum gue pulang.
Lagian temen yang nebengin gue ternyata gak ada kuliah, jadi gue gak bisa menyelesaikan  daftar donlotan gue.

Firasat gue gak enak dengan hasil donlotan gue.
Di rumah gue cek lagi, bener firasat gue. Aplikasi yang gue donlot sizenya hanya 5,5 MB.

Gue sedih...
Signal, gue salah apa?



Kamis, 15 Januari 2015

Luar Biasa :-P


Kamis, 15 Januari 2015 terlihat segumpal mahasiswa sedang bersama-sama memandang komputer masing-masing menanti ujian yang sejak lama dinanti.
Mata kuliah x yang menjadi idaman akan dilakukan ujian, sebuah ujian yang keren. Ujian online, tepat pukul 20.00 WIB.

Mereka sudah siap dari tiga puluh menit sebelum terompet perang dibunyikan. Bahkan ada yang telah mempersiapkan ini jauh-jauh hari.
Bukankah itu luar biasa?
Kalian membanggakan.

Bagaimana ujian? kapan?
Jadi gak toh?
Alamatnya apa?

Dari alamat yang sama, facebook. Segumpal mahasiswa dapat melihat siapa saja teman mereka yang sedang menunggu. Kalian kompak binggo.

Beberapa yang terlihat online, yang lain gak ada tempat :-P



Pukul 20.00 WIB, kabar terdengar. Alamat untuk ujian online bergema.
Eng ing eng ... 

Cukup mudah bagi mereka untuk melakukan itu, karena apa?
karena kalian luar biasa hahahahhah

Di alamat tersebut menyebutkan bahwa ujian akan berlangsung selama satu jam saja. Dan , satu jam saja ... ku telah bisa ...
Tidak, itu waktu yang terlalu lama. 
Kalian luar biasa :-D

Dengan koneksi yang cacat, apa adanya, tak menyurutkan semangat kalian.
Beri apresiasi juga bagi mereka yang harus keluar malem untuk mendapatkan gambar garis penuh di pojok kanan bawah berbentuk segitiga pada komputer masing-masing.

Tak hanya itu, bagi mereka yang mempersiapkan jauh-jauh hari kartu yang cocok untuk melakukan ujian. Yaps, kartu  berpengaruh pada tempat di mana mereka berperang. Kaki gunung kah? Serambi gunung kah? lantai berapakah?
Bukankah ini begitu asyik?

Sekali lagi kalian luar biasa.

Sinyal dan kuota...
Terimakasih :-)







Sabtu, 25 Oktober 2014

Lucunya Orang Jatuh Cinta

Apasih definisi cinta?
Cinta buat yang lagi kasmaran itu pasti banyak banget maknanya.
mungkin bagi mereka, cinta itu memiliki, cinta itu saling bersama, cinta itu saling pengertian, saling peduli, dan masih banyak saling-saling yang lain.

Tapi anehnya, kadang cinta kepada yang "asing" lebih besar dari pada cinta ke orang tua sendiri.

Kenal baru beberapa bulan, tapi beeeuuhh gila...(bisa dideskripsikan sendiri hehe)

Beberapa kelucuan "indahnya jatuh cinta"

Pertama, "Milikku milikkmu, milikmu milikku"
Ini yang paling gue salut sama yang namanya kata pacaran. Gara-gara kata itu, semuanya udah milik bersama gitu. Apalagi kalau masih baru, kenal aja lewat facebook sok pakek milikku milikmu -__-

Gak takut tah?

Mungkin memang benar cinta itu butuh pengorbanan, dan pengorbanan itu susah plus mahal. Tapi lo ngerelain itu semua demi lo tambah disayang dia? orang tua lo mau lo kemanain?

Duit aja masih minta, sombong betul ngasih-ngasih orang lain.

Lo bener, lo nabung, ngumpulin uang buat beliin si dia something, gak minta orang tua (tapi menurut gue alurnya tetep minta) gak salah kok. Balance aja yang penting sama apa yang udah lo kasih ke orang tua.

Kedua, "Pamer apapun punya pacar"
Ini ni, deman anak sekarang (gue...? maybe) membanggakan yang namanya milik pacar. Mauu lo banggain apapun itu aset yang pacar lo punya, judul besarnya, benang merahnya tetep itu punya pacar lo. Seneng bener pamer barang yang bukan punya sendiri.

A: Pacar gue punya a, keluaran baru itu.
B: Kan punya pacar lo, bukan punya lo!
A: Tapi itu kan dibeli buat kebahagian gue juga dan blablabla .

La, kalau pacar lo masih minta duit orang tua? sama saja keless. Masih bangga?Haduuuh biyung *mikir.

Ketiga, "Gabung-gabungin foto sama pacar"
Paling seru ini...
gak ada undang-undang dan gak ada yang melarang yang namanya pasang foto di social media. Mau itu foto digabung, dicrop, dipotong, terserah deh. Bebas.

Tapi lucunya, kadang terlihat aneh, gak cucok :)

Mungkin karena sudah lama gak ketemu, sibuk atau LDR alias Long Distance Relationship, banyak foto-foto yang memaksa.
Memaksa buat digabung jadi satu, ditempel-temel berdua (mentang-mentang zaman modern) tapi editnya yang bagus ya?
itu bikin gue ngerasa kasian sama mereka.
Semoga cepat dipertemukan ya?
Jangan lupa foto yang banyak biar ada banyak stock buat diupload da viewer gak bosen  :)

Memasang foto pacar lo jadi foto profil di semua social media, ada yang bilang itu tandanya pasangan lo itu bangga punya lo, dan gue setuju (y)

Tapi ada yang lucu, gue jadi inget temen pernah bilang gini 
"Kok DPnya berdua mulu? beli hapenya iuran ya?" *mikir

Catetan penting ye, bukan gue iri sama mereka yang punya pasangan, gue emang single alias jomblo tapi gue cuma mengungkapkan kelucuan-kelucuan yang ada. Gak ada niat lain.

Bisa jadi saat gue dikondisi itu, gue juga ngelakuin hal yang sama, maybe.

Semua orang punya doa dan tujuan yang sama, si dia jadi yang terakhir, married, dan banyak tujuan  baik lainnya. Tapi pacarmu belum tentu jodohmu, kamu mungkin masih meminjam jodoh orang lain :)

Hanya sekedar mengingatkan, lihat lagi apa yang udah lo kasih ke orang tua, lebih besarkan dari yang lo kasih ke pacar? atau sebaliknya.

Pengorbanan. menyenangkan orang yang lo sayang dan cinta (pacar) gak ada salahnya but, don't too much, masih orang asing bukan siapa-siapa.

Gue ulangi, DON'T TOO MUCH.

Semua ada kadarnya, ada porsinya, dan ada saatnya :)


(Bandarlampung, 25 Oktober 2014)

Jumat, 05 September 2014

Mendadak Suka Baca





Well, seperti judulnya mendadak suka baca, gak tau kenapa sekarang gue suka banget baca. Eits, dibatasi hanya novel tidak termasuk buku mata pelajaran atau sejenisnya.

Buku yang sangat-sangat membuat gue mikir kalau yang namanya membaca itu keren adalah buku tepatnya novel karya Tere Liye, Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin. Hanya dengan tulisan, gue kagum, gue ngefans boy, hehe

Dari novel itu gue ketagihan baca lagi, gue penasaran dengan kata, kalimat yang dibuat apik sama penulisnya. Gue kecanduan...

Benar kata banyak orang, kalau beli buku gak bakal nyesel dan pasti kepakek terus sampai nanti. Dan alhasil, gue sekarang sedang merintis yang namanya membeli buku, eh novel.
Sekarang gue masih mengandalkan teman-teman, alias minjem. Banyak (lebih dari satu, sebenarnya masih bisa dihitung, hehe) novel yang gue baca adalah transaksi pinjam-meminjam.

Gue cuma punya tiga novel, Jatuh, Tuhan Maha Romantis, dan Adriana (miris banget). Anehnya, novel yang gue punya, bukan novel punya Tere Liye, lumayan lama boy buat nabungnya hehe. Kemaren gue baru ngerampungin novelnya Tere Liye lagi, Sunset Bersama Rosie yang bikin gue nambah lagi mau baca. Gue lagi nunggu novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu, nunggu yang punya kelar baca maksudnya :-)

Ada hal yang bikin gue sedikit kecewa, sedikit aja karena gue udah sedikit sadar yaitu kenapa gue baru suka baca sekarang? kenapa gak dari dulu pas novel Tere Liye masih sedikit?Gue susah ngikutinnya, budget masih bergelantung di kaki membebani kaki saat mau berlari membeli, berjalan pun susah.

Memang penyelasan gak pernah ada di depan,
Gue belum terlambat, sekarang buat lo yang hobi baca dan beli buku bersyukur banget lo punya harta yang gak bakal abis,bisa dikasih buat anak-cucu lo nanti, sebuah buku, sebuah ilmu yang luar biasa.

Rabu, 18 Juni 2014

Bertahan atau Pergi

Terfikir untuk menghentikan langkah
Terfikir untuk melangkah ke belakang
Semua sudah maksimal dilakukan
Susah mencari, susah mendapatkan
Untuk sebuah simbol abjad
Susah menguasai, susah merangkul aspek-aspekmu

Semua baru bagiku
Semua awam untukku

Salahkahku telah memasukimu?

Pages