Salahkah jika mengharapkan dia?
Entah karena dia itu belum, sedang atau pernah masuk ke hidupku.
Tepatnya berharap dia nanti bersamaku.
Tepatnya berharap dia nanti mendampingiku.
Ada yang bilang, “jangan terlalu berharap jika nanti nyatanya tak bersama,
kamu sedih, kamu sakit”.
Benar kalimat itu, tapi tak semudah apa yang diucapkan.
Ini menyangkut yang namanya hati dan perasaan.
Salahkah jika dalam lantunan doaku, namamu kusebut?
Berharap dia jadi yang terbaik untukku.
Sepenting apa, sehebat apa dia itu?
Hmm, pandangan orang beda-beda. Karena ini menyangkut hatiku dan perasaaanku
maka jawabannya hanya hatiku yang tahu.
Ada yang bilang, “ ketika kamu berdoa dia yang terbaik, Tuhan mengabulkannya,
padahal mungkin saja Dia mau memberikan yang lebih dari dia”. Lucunya.
Benar atau tidak, jawabannya rahasia.
Ada yang bilang, “ Tuhan sengaja memberikan seseorang yang salah
sebelum kamu bertemu dengan orang yang tepat.”
Aku memilih, mengabaikan orang yang salah dan menunggu orang yang tepat.
:)
0 komentar:
Posting Komentar