Aku yang sengaja menutupnya tapi aku pula yang membiarkannya sedikit terbuka.
Aku tak berfikir, bahwa oleh angin lama-lama pintu terbuka lebar. Lebar sekali, menjadikan siapapun bisa masuk, sama seperti saat dia yang membuka dan masuk.
Itu aku.
Tak tahu dengannya...
Padahal aku tahu, ruangan dibalik pintunya sudah diisi orang lain. Bahkan sudah banyak yang singgah. Entah sementara ataupun menetap.
Aku ingin mengusirnya. Dalam hati, "itu tempatku, harusnya aku! ".
Kadang aku coba untuk megetuknya. Perlahan.
Sekarang, kusadari siapa aku. Aku hanya sebagai tamu.
Tamu yang kadang diperbolehkan masuk dan tidak.
Tamu yang sering perpura-pura berdiri ataupun berjalan bahkan berlari di depannya.
Dulu, aku bebas masuk. Sekarang?
Tamu, sekarang aku mau menjadi tamu. Karena aku tak mau menetap.
Biarkan pintuku, pintunya diketuk oleh orang yang tepat. Dan aku, dia membukanya untuk orang yang tepat.
Diketuk & Dibuka

0 komentar:
Posting Komentar