Selasa, 06 Februari 2018

Baik- Baik Saja

Aku baik-baik saja
Seperti yang terlihat oleh mereka
Aku tidak apa-apa
Karena kupercaya, semua sudah diatur Nya

Tapi...
Aku pernah tidak baik-baik saja
Merasa iri, aku tak berguna
Senyum, tawa di raut muka
Hanya sebuah sandiwara

Aku pernah diam-diam merintih
Bicara dengan lirih
Bahwa, aku sedih

Sabtu, 03 Februari 2018

Yang kutunggu

Waktu terus berjalan
Dan masih ada sesuatu yang diharapkan
Waktu terus bergulir
Dan masih ada sesuatu yang ingin diukir

Waktu...
Berpihaklah padaku
Ada sesuatu yang terus kutunggu
Ada sesuatu yang masih mengangguku

Tak ingin lama-lama
Hanya ingin merasa
Tak ingin menunda-nunda
Hanya ingin mencoba

Waktu,
Berikan segenap rasamu
Kumohon,
untukku

Kamis, 26 November 2015

Masuk Dunia Perevisian



Pertengahan November.
Biasanya hanya berkutik dengan kuis dan UTS. Ya, kami mahasiswa.

Beda halnya dengan tahun ini, masuk semester 7, semester yang kata mereka t*a.

Lagu "kapan seminar", selalu berdendang, membangunkan tidur nyenyak. Membangunkan mimpi indah. Keluhku, entah mereka.

Harus begitu cepatkah? masuk ke dunia supersibuk, tidur malam, begadang, tumpukan paper, jurnal, perpustakaan. Aaah, lihat betapa malasnya manusia ini.

Tujuan menulis satu buku, kita sebut skripsi. Dia sudah masuk daftar utama. Aku? entah bagaimana harus memulai.

Dalam Buku Paduan Skripsi oleh Farid Hamid, S.Sos., M.Si dan Drs. A. Rachman, M.M., M.Si. skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Yah, untuk masuk dalam kategori skripsi banyak cobaan yang menghadang.



Judul? betapa susahnya mencarimu 

Bimbingan? aaah wajib menunggu, kalian tahu apa itu menunggu haha

Bab I? hai kisanak, sudahkah mencari informasi bagaimana cara mewujudkan judulmu? apa yang diperlukan?

Bab II? hai.. selesaikan itu judulmu.


Bab III IV V ? Sekian dan terimakasih.


Sampai negara api menyerang, tak bisa dilakukan sebelum itu judul jelas mau dibawa kemana.

aaah berikan semangat manusia  ini untuk memulai. Sesemangat emak-babe memberikan beasiswa ke manusia ini.

Berikan pencerahan. Secerah pagi yang diintip matahari.

Semangat memulai, semangat mengerjakan !!
Semangat buat kamu yang di sana , haseeek .

Berdoa, minta restu orang tua.

Berusaha !!!
Semoga...

Minggu, 03 Mei 2015

seperti mereka



Merasa iri akan sesuatu sedang melandaku.

Menjadi orang yang bisa menuangkan segala ekspresi kegembiraan ekspresi kesedihan dan dibuat apik dalam sebuah tulisan. Sebuah kombinasi abjad.

Itu mauku.

Ini bukan tentang demam karena kemaren. Yaps, 2 Mei 2015, di Universitas Lampung kedatangan penulis muda asal Bandar Harapan, Lampung Tengah.

Cerita sedikit ya :-D

Kak Azhar Nurun Ala dan sang istri Mba Vidia Nuarista mengisi acara di salah satu lembaga kampus di Unila.
Buku-buku karya Kak Azhar sengaja ku bawa, dan alhasil dapet tandatangannya. Seneng.

Ja(t)uh, Tuhan Maha Romantis, Seribu Wajah ayah

Sesi foto dengan keduanya dimulai, harus nunggu lama dan hasilnya cukup memuaskan.

                                                Tukang poto : Nafilata Pd

Ada juga yang foto pakek hape Kak Azhar dan di upload loh :-D
Kurang, masih kurang.
Mau lagi.

Sekian.....


Jelas bukan. Hanya saja, dengan datangnya kakak satu itu, keinginan untuk menjadi seperti mereka semakin memanas.

Bagaimana menjadi mereka? Apa mereka juga pernah merasa ingin menjadi seseorang yang mereka mau? Tidak, bukan menjadi tapi ingin seperti. Dengan keahlian masing-masing, dengan tulisan masing-masing.

Ah, demam ini begitu menggigil.

Mereka begitu dingin dalam merangkai kata. Oh... kenapa begitu mudah bagi mereka?




Kamis, 02 April 2015

Kedahsyatan Semester Ini

Satu bulan genap aku menghabiskan semester baruku.
Rasanya dahsyat, sangat mengesankan.
Seperti rasa kwitaw rebus di pojok kampusku. Mengenyangkan.

Rasa baru, situasi baru jelas  aku dapatkan. Lelah mengerjakan proyek
** (kp) yang tak kunjung kelar. Lelah dengan matakuliah-matakuliah yang tak juga mengerti, tak juga memahami perasaan gadis ini. Dan, lelah akan beban kehidupan (aselole).

Mereka adalah trending topic di hidupku.

Ada yang bilang, dan katanya "wajar lah namanya semester tua", banyak tugas, banyak proyek.
Loh.
Semester boleh tua tapi muka?kalian percaya? Kami begitu menawan.

Matakuliah semester ini tidak banyak yang aku ambil. Hanya lima matakuliah beserta wajib dan sunahnya. Yapp, kalian tahu, banyak kosongnya, aseek kan? Gak full kuliah setiap hari.

Sedihnya.

Berdasarkan grafik perasaan mahasiswa, di semester ini tidak ada keseimbangan antara titik x dan titik y, sehingga grafik yang ditimbulkan tidak berbanding lurus. Harusnya x=y, akan tetapi nyatanya tidak.

Begini jelasnya.
Matakuliah yang diambil sedikit, tapi tugas yang ada luar biasa. Mengenyangkan, lagi-lagi kayak kwitew rebus pojok kampus. Super deh. Cocok banget buat bekal di masa depan.

Tapi, apa mau dikata. Hanya, "ya sudahlah, maju jalan!".

Semua pilihan dan keputusan  dibuat sendiri, so tahu donk apa konsekuensinya.

Sudah di tengah, sudah antri, dan bentar lagi bakal dapet tiket kereta gak mungkin mau puter badan.

Mau pergi kan ke tempat yang lain? :-).




Jumat, 20 Maret 2015

Minggu


Matahari menampakkan senyum
Kuning kemerah-merahan, masuk lewat celah jendela kamar
Minggu, akhirnya

Minggu,
apa kabar?
Aku kembali menemuimu
Aku kembali menghabiskan waktu denganmu
Entah siapa yang memulai
Entah siapa yang mengajak
Aku atau kamu, Minggu

Kita asik bercanda
Memberikan waktu rehat untuk kepala
Tetiba hadir pertanyaan yang sama
Siapa yang memulai?
Siapa yang mengajak?
Mungkinkah aku yang menunggu?

Aku rasa begitu

Kamis, 05 Maret 2015

Aku Penulis Sejarah

 

Aku mulai menulis sejarah. Entah sejak kapan, catatan-catatan itu ada di belakangku. Mengikutiku.


Catatan sejarahku tidak kutulis dengan rapi di bukuku. Ingatanku. Aku lebih suka random.


Aku punya hak untuk memutarnya menggunakan rekamanku. Aku juga punya hak untuk memilih bagian mana yang ingin aku putar. Berkali-kali. Atau tidak akan pernah lagi. Dalam urusan ini aku punya hak untuk memilih.


Ahaku pula yang melabeli mereka dengan tulisan tanganku. Sedih. Kecewa. Suka. Bahagia. Itu terserah denganku. Hak penuh bagiku.


Sejarahku bahagia. Inginku. Untuk sampai ke titik itu, aku harus berhati-hati dalam segala hal. Berkata, bertingkah, dan berhati-hati dengan hati. Kita yang menanam butir-butir cinta, benci, iri, dengki, dan semua tanaman hati.


Aku ingin memperindah sejarah hidupku. Tak hanya bingkai tapi rupa. Menyenangkan harus berakhir menyenangkan, bukan menyesatkan.


Kamu tahu maksudku :-)


Yang Terlupakan

Sinar matahari datang pagi ini.
Aku tahu, kamu sudah biasa melihat pancarannya di kelopak matamu. Hujan semalam, gelap semalam sudah terganti.

Kita tahu, matahari punya sejuta sinar. Matahari selalu datang, saat kita masih terlelap dalam mimpi. Aku, kamu, dan matahari. Siapa yang lebih dulu membuka mata?
Matahari datang menyapa, membuat terang.

Aku heran, kenapa ada orang yang membencinya. "Hari ini terlalu panans !."

Ahh, tak kau lihatkah kesungguhan matahari?
Tak kau lihatkah kesabaran matahari?
 Kita ada di antaranya.

Kita tak pernah melihatnya menangis bukan? Matahari pun tak pernah iri meskipun bulan di malam itu selalu di puja.
Bahkan, saat dia sabar menunggu waktu untuk bertemu dengan semesta. Bertemu dengan segala hal di bawah langit.

Tak kau ingatkah saat hujan deras melanda? Matahari akan datang menjadi kebanggaan. Kau mengakuinya bukan? Kau bahkan yang memintanya untuk datang dengan cepat.
Membuat dingin menjadi hangat.

Kau tak lupa, bukan?
Apa kau hanya mengingatnya saat kau perlu?

Sudah kuduga. Aku tahu itu.

Senin, 02 Maret 2015

Berjanjilah


Hati
Bisakah kau sepakat dengan ucapku?
Bisakah kau mendukung ucapku?
Aku tahu, kau mungkin terlalu peka, terlalu melow, bahkan mungkin mendramalisir keadaan

Untuk kali ini, bisakah kau sepakat denganku?

Tidak ada yang tahu tentang kau
Mereka hanya mendengar ucapku

Lelahku harus bergulat denganmu
Mata ini, telinga ini, melaporkan segalanya kepadamu
Ucapku, bahkan ragaku tak dapat mencegahnya

Berjanjilah, kauada dipihakku

Minggu, 01 Februari 2015

Susah Signal






Main di jejaring sosial memang mengasyikkan apalagi dengan banyak aplikasi yang bermunculan. Kesendirian dan kesepian tanpa pasangan sebut saja jomblo tak akan terasa dengan menghabiskan waktu bermain di dunia maya tersebut.


Lain hal dan  lain cerita dengan tak ada signal. Kebahagian yang dirasa tadi akan jatuh berguguran satu persatu bahkan sekaligus breeeessss.

Signal dan kuota adalah satu paket yang tidak dapat dipisahkan di masa sekarang ini. Boleh diibaratkan mereka seperti pasangan kekasih yang difavoritkan untuk menang dalam acara yang bertemakan award.

Ada signal tapi tak ada kuota. Ada kuota tak ada signal,itu adalah hal yang menyakitkan. Memang tata letak alias lokasi di mana kita berada mendukung akan kedua masalah tersebut. Ini yang dinamakan sakit pakek banget.

Jomblo, sepi, gak bisa perbukan, twiteran, instagraman, stalking fb teman, fb mantan, fb inceran, dan segala aktivitas yang bisa lo lakuin kalau koneksi gak ccd alias cacat. Itu sakit, sesak nafas banget.

Oke keluar dari kesedihan gak bisa bermain di jejaring sosial, ada yang lebih menyakitkan buat gue. Donlot.

Gara-gara udah libur semesteran, gue gak bisa merasakan lagi internetan gratis di kampus. Gue harus PKL (Praktek Kerja Lapangan). Tempat PKL gue gak jauh dari rumah. Butuh waktu 30 menit lebih banyak, untuk sampai ke tempat PKL gue. Jadi gue mutusin gue pulang-pergi dari rumah.

Gue galau.Temen-temen gue udah pada kepikiran mau buat apa di tempat PKL mereka, bahkan udah ada yang mulai nyicil dari sekarang.

Kalau gue?
Gue udah tahu masalah apa yang bakal gue ambil. Tapi, gue bingung dari mana gue mulai ngerjainnya. Bukan curhat yeee.

Susah signal inilah yang akhir-akhir ini buat gue kepikian doi (baca: signal).
Gue butuh referensi dan aplikasi yang menunjang untuk sistem yang bakal gue buat.

Gue gak nyalahin rumah gue di goa.
Dulu, di rumah gue pakek operator apa aja bisa. Lancar.
sekarang?
Operator yang terkenal mahal pun gak sanggup menandingi lokasi rumah gue.

Anehnya, rumah temen gue yang lebih masuk goa gak menderita kayak gue. Ini gak adil. Gue galau, lagi.

Mengatasi kegalauan, gue cari tahu lokasi internet gratis di daerah gue. Akhirnya gue nebeng temen kuliah di kampus dia. Gue duduk di pojokan, buka google (user dan password udah dikasih tahu) searching daftar aplikasi di buku gue yang harus di donlot.

Walau gak secepat di kampus gue (kadang cepet), bahasa anak mudanya ngebut, gue beruntung banget hari itu.
Sebelum dzuhur, gue udah dapet dua aplikasi. Agak aneh memang, dengan ukuran awal 20 MB gue donlot cepet banget selesai.

Karena udah laper, gue langsung aja tutup laptop dan cari makan sebelum gue pulang.
Lagian temen yang nebengin gue ternyata gak ada kuliah, jadi gue gak bisa menyelesaikan  daftar donlotan gue.

Firasat gue gak enak dengan hasil donlotan gue.
Di rumah gue cek lagi, bener firasat gue. Aplikasi yang gue donlot sizenya hanya 5,5 MB.

Gue sedih...
Signal, gue salah apa?



Kamis, 15 Januari 2015

Luar Biasa :-P


Kamis, 15 Januari 2015 terlihat segumpal mahasiswa sedang bersama-sama memandang komputer masing-masing menanti ujian yang sejak lama dinanti.
Mata kuliah x yang menjadi idaman akan dilakukan ujian, sebuah ujian yang keren. Ujian online, tepat pukul 20.00 WIB.

Mereka sudah siap dari tiga puluh menit sebelum terompet perang dibunyikan. Bahkan ada yang telah mempersiapkan ini jauh-jauh hari.
Bukankah itu luar biasa?
Kalian membanggakan.

Bagaimana ujian? kapan?
Jadi gak toh?
Alamatnya apa?

Dari alamat yang sama, facebook. Segumpal mahasiswa dapat melihat siapa saja teman mereka yang sedang menunggu. Kalian kompak binggo.

Beberapa yang terlihat online, yang lain gak ada tempat :-P



Pukul 20.00 WIB, kabar terdengar. Alamat untuk ujian online bergema.
Eng ing eng ... 

Cukup mudah bagi mereka untuk melakukan itu, karena apa?
karena kalian luar biasa hahahahhah

Di alamat tersebut menyebutkan bahwa ujian akan berlangsung selama satu jam saja. Dan , satu jam saja ... ku telah bisa ...
Tidak, itu waktu yang terlalu lama. 
Kalian luar biasa :-D

Dengan koneksi yang cacat, apa adanya, tak menyurutkan semangat kalian.
Beri apresiasi juga bagi mereka yang harus keluar malem untuk mendapatkan gambar garis penuh di pojok kanan bawah berbentuk segitiga pada komputer masing-masing.

Tak hanya itu, bagi mereka yang mempersiapkan jauh-jauh hari kartu yang cocok untuk melakukan ujian. Yaps, kartu  berpengaruh pada tempat di mana mereka berperang. Kaki gunung kah? Serambi gunung kah? lantai berapakah?
Bukankah ini begitu asyik?

Sekali lagi kalian luar biasa.

Sinyal dan kuota...
Terimakasih :-)







Sabtu, 25 Oktober 2014

Lucunya Orang Jatuh Cinta

Apasih definisi cinta?
Cinta buat yang lagi kasmaran itu pasti banyak banget maknanya.
mungkin bagi mereka, cinta itu memiliki, cinta itu saling bersama, cinta itu saling pengertian, saling peduli, dan masih banyak saling-saling yang lain.

Tapi anehnya, kadang cinta kepada yang "asing" lebih besar dari pada cinta ke orang tua sendiri.

Kenal baru beberapa bulan, tapi beeeuuhh gila...(bisa dideskripsikan sendiri hehe)

Beberapa kelucuan "indahnya jatuh cinta"

Pertama, "Milikku milikkmu, milikmu milikku"
Ini yang paling gue salut sama yang namanya kata pacaran. Gara-gara kata itu, semuanya udah milik bersama gitu. Apalagi kalau masih baru, kenal aja lewat facebook sok pakek milikku milikmu -__-

Gak takut tah?

Mungkin memang benar cinta itu butuh pengorbanan, dan pengorbanan itu susah plus mahal. Tapi lo ngerelain itu semua demi lo tambah disayang dia? orang tua lo mau lo kemanain?

Duit aja masih minta, sombong betul ngasih-ngasih orang lain.

Lo bener, lo nabung, ngumpulin uang buat beliin si dia something, gak minta orang tua (tapi menurut gue alurnya tetep minta) gak salah kok. Balance aja yang penting sama apa yang udah lo kasih ke orang tua.

Kedua, "Pamer apapun punya pacar"
Ini ni, deman anak sekarang (gue...? maybe) membanggakan yang namanya milik pacar. Mauu lo banggain apapun itu aset yang pacar lo punya, judul besarnya, benang merahnya tetep itu punya pacar lo. Seneng bener pamer barang yang bukan punya sendiri.

A: Pacar gue punya a, keluaran baru itu.
B: Kan punya pacar lo, bukan punya lo!
A: Tapi itu kan dibeli buat kebahagian gue juga dan blablabla .

La, kalau pacar lo masih minta duit orang tua? sama saja keless. Masih bangga?Haduuuh biyung *mikir.

Ketiga, "Gabung-gabungin foto sama pacar"
Paling seru ini...
gak ada undang-undang dan gak ada yang melarang yang namanya pasang foto di social media. Mau itu foto digabung, dicrop, dipotong, terserah deh. Bebas.

Tapi lucunya, kadang terlihat aneh, gak cucok :)

Mungkin karena sudah lama gak ketemu, sibuk atau LDR alias Long Distance Relationship, banyak foto-foto yang memaksa.
Memaksa buat digabung jadi satu, ditempel-temel berdua (mentang-mentang zaman modern) tapi editnya yang bagus ya?
itu bikin gue ngerasa kasian sama mereka.
Semoga cepat dipertemukan ya?
Jangan lupa foto yang banyak biar ada banyak stock buat diupload da viewer gak bosen  :)

Memasang foto pacar lo jadi foto profil di semua social media, ada yang bilang itu tandanya pasangan lo itu bangga punya lo, dan gue setuju (y)

Tapi ada yang lucu, gue jadi inget temen pernah bilang gini 
"Kok DPnya berdua mulu? beli hapenya iuran ya?" *mikir

Catetan penting ye, bukan gue iri sama mereka yang punya pasangan, gue emang single alias jomblo tapi gue cuma mengungkapkan kelucuan-kelucuan yang ada. Gak ada niat lain.

Bisa jadi saat gue dikondisi itu, gue juga ngelakuin hal yang sama, maybe.

Semua orang punya doa dan tujuan yang sama, si dia jadi yang terakhir, married, dan banyak tujuan  baik lainnya. Tapi pacarmu belum tentu jodohmu, kamu mungkin masih meminjam jodoh orang lain :)

Hanya sekedar mengingatkan, lihat lagi apa yang udah lo kasih ke orang tua, lebih besarkan dari yang lo kasih ke pacar? atau sebaliknya.

Pengorbanan. menyenangkan orang yang lo sayang dan cinta (pacar) gak ada salahnya but, don't too much, masih orang asing bukan siapa-siapa.

Gue ulangi, DON'T TOO MUCH.

Semua ada kadarnya, ada porsinya, dan ada saatnya :)


(Bandarlampung, 25 Oktober 2014)

Jumat, 05 September 2014

Mendadak Suka Baca





Well, seperti judulnya mendadak suka baca, gak tau kenapa sekarang gue suka banget baca. Eits, dibatasi hanya novel tidak termasuk buku mata pelajaran atau sejenisnya.

Buku yang sangat-sangat membuat gue mikir kalau yang namanya membaca itu keren adalah buku tepatnya novel karya Tere Liye, Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin. Hanya dengan tulisan, gue kagum, gue ngefans boy, hehe

Dari novel itu gue ketagihan baca lagi, gue penasaran dengan kata, kalimat yang dibuat apik sama penulisnya. Gue kecanduan...

Benar kata banyak orang, kalau beli buku gak bakal nyesel dan pasti kepakek terus sampai nanti. Dan alhasil, gue sekarang sedang merintis yang namanya membeli buku, eh novel.
Sekarang gue masih mengandalkan teman-teman, alias minjem. Banyak (lebih dari satu, sebenarnya masih bisa dihitung, hehe) novel yang gue baca adalah transaksi pinjam-meminjam.

Gue cuma punya tiga novel, Jatuh, Tuhan Maha Romantis, dan Adriana (miris banget). Anehnya, novel yang gue punya, bukan novel punya Tere Liye, lumayan lama boy buat nabungnya hehe. Kemaren gue baru ngerampungin novelnya Tere Liye lagi, Sunset Bersama Rosie yang bikin gue nambah lagi mau baca. Gue lagi nunggu novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu, nunggu yang punya kelar baca maksudnya :-)

Ada hal yang bikin gue sedikit kecewa, sedikit aja karena gue udah sedikit sadar yaitu kenapa gue baru suka baca sekarang? kenapa gak dari dulu pas novel Tere Liye masih sedikit?Gue susah ngikutinnya, budget masih bergelantung di kaki membebani kaki saat mau berlari membeli, berjalan pun susah.

Memang penyelasan gak pernah ada di depan,
Gue belum terlambat, sekarang buat lo yang hobi baca dan beli buku bersyukur banget lo punya harta yang gak bakal abis,bisa dikasih buat anak-cucu lo nanti, sebuah buku, sebuah ilmu yang luar biasa.

Rabu, 18 Juni 2014

Bertahan atau Pergi

Terfikir untuk menghentikan langkah
Terfikir untuk melangkah ke belakang
Semua sudah maksimal dilakukan
Susah mencari, susah mendapatkan
Untuk sebuah simbol abjad
Susah menguasai, susah merangkul aspek-aspekmu

Semua baru bagiku
Semua awam untukku

Salahkahku telah memasukimu?

Sebuah Rasa




Ingatku, masih bermain-main dengan kata itu
Ingatku, masih tak mengerti kata itu
Ingatku, tak sengaja mengenal kata itu

Kini,
Kata itu mengajarkan sebuah suka
Kata itu mengajarkan sebuah luka
Kata itu mengajarkan sebuah kepercayaan
Kata itu mengajarkan sebuah kepergian

Terimakasih, semua membuat dewasaku

Minggu, 15 Juni 2014

Sebuah Hati

Harusnya pintu itu sudah ditutup.
Aku yang sengaja menutupnya tapi aku pula yang membiarkannya sedikit terbuka.
Aku tak berfikir, bahwa oleh angin lama-lama pintu terbuka lebar. Lebar sekali, menjadikan siapapun bisa masuk, sama seperti saat dia yang membuka dan masuk.

Itu aku.
Tak tahu dengannya...

Padahal aku tahu, ruangan dibalik pintunya sudah diisi orang lain. Bahkan sudah banyak yang singgah. Entah sementara ataupun menetap.

Aku ingin mengusirnya. Dalam hati, "itu tempatku, harusnya aku! ".

Kadang aku coba untuk megetuknya. Perlahan.
Sekarang, kusadari siapa aku. Aku hanya sebagai tamu.
Tamu yang kadang diperbolehkan masuk dan tidak.
Tamu yang sering perpura-pura berdiri ataupun berjalan bahkan berlari di depannya.

Dulu, aku bebas masuk. Sekarang?

Tamu, sekarang aku mau menjadi tamu. Karena aku tak mau menetap.
Biarkan pintuku, pintunya diketuk oleh orang yang tepat. Dan aku, dia membukanya untuk orang yang tepat.






    Diketuk & Dibuka

Kamis, 12 Juni 2014

Lagu Keren


Musik dan lagu, udah kayak lem sama perangko gak bisa dipisahin.
Semua orang suka musik, dan mereka sering tuh  nyanyi , tepatnya ikut nyanyi.

Musik kita itu bejibun. Dangdut, pop, melayu, metal, rock, celana (eits), keroncong dan masih banyak lagi.

Lagu-lagu di Indonesia juga banyak banget. Ada yang dari dulu booming sampai sekarang masih booming, ada juga yang dulu booming sekarang kagak.

Gua tipe orang yang suka segala jenis musik. Selagi itu enak didenger dan gak bikin bertanya-tanya dengan maksud tuh lirik dalem lagunya.
Gua pernah tanya sama emak gua, ada beberapa lagu yang maksutnya itu apa?gak jelas. Gua aja yang udah gede kagak ngerti. Buat didengerin ke anak-anak gak pas banget.  Sedih kadang gua dengernya, mana tuh lagu sering diputer, sering dinyanyiin di tipi.

Orang bikin lagu memang sesuka dia, seenak dia. Tapi ya harus diliat juga kali yang denger itu gak cuma 17 tahun ke atas, yang di bawah 17 gak diperhatiin.

Gua inget sepenggal katadalam lirik lagu begini "odol abis, pulsapun juga abis".
Kenapa bawa-bawa odol? itu lagu apa warung?
Ada juga "Kuhamil duluan, sudah tiga bulan". Ini lagu pamer? atau apa?
maksut dan tujuannya apa?

Lirik lagu diulang berkali-kali itu kadang bikin kesel. Lagunya panjang, liriknya itu-itu mulu. Bosen.
Gua inget, waktu itu gua karaokean bareng temen, gua nyanyi tapi menurut gua udah lama banget gua nyanyi gak kelar-kelar. Balik lagi ke lirik itu lagi.
Beda banget sama lagu Barat, sepanjang apapun lagunya, liriknya beda-beda. Dan itu alesannya gua gak bisa ngehafal tuh lagu.

Kita juga sebenernya punya lagu yang liriknya gak diulang-ulang. Gua suka banget sama lagu FIRASAT milik Dewi Lestari. Gila tuh lirik, keren banget.

Kemarin kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu

Bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu

Udah puitis banget, gak ada yang diulang. So, gak bikin bosen.
Dan menurut gua, lagu ini tetep booming sampai sekarang. Tuh buktinya udah tiga penyanyi loh nyanyiin ini lagu. Ada Dewi Lestari, Marcel, terus si cantik Raisa.

Sebenernya pencipta lagu bikin lagu itu gimana?
yang bagus kah liriknya? atau yang penting tuh lagu melejit ke langit? abis itu dua bulan gak ada kabar alias udah gak laku.hehe

Tidak menyalahkan hanya menyayangkan. Ada yang baik kenapa harus memilih yang buruk?Bukankah sudah tahu bagaimana keadaan Indonesia? anak Indonesia?
Kami melihat, kami mengerti, ini publik.
Lebih berhati-hati memilih kosa kata ;-)

Senin, 26 Mei 2014

Ngerjain tugas bareng = ngobrol bareng




Asik banget yang namanya ngobrol. Gak cuma cewek aje,
kalangan cowok juga gak mau ketinggalan.

Yupss.. Ngobrol adalah hal yang paling membuat betah para
ngobrolers. Sudah bukan lagi yang namanya hobi tapi kebiasaan.
Ya iyalah, lah kite punya mulut.

Topik obrolan yang segudang dan punya saluran kabel kemana-kemana yang bikin ngobrol itu ngilangin bete,
galau dan jenis-jenis lainnya.

Topik juga terserah sama pelakunya mau pakek topik apa.
Tapi yang namanya ngobrol biasanya udah gak kejadwal alias ngalur ngidul.

Asik ngobrol kadang kelepasan curcol, itu juga hal biasa.
Kayak yang gua temuin kemaren. 

“Coba aja Tuhan langsung jawab pertanyaan gua, Ya Tuhan, siapa jodoh gue? “
 Curahan hati buat mahasiswa akhir.

Ngobrol itu harus dijauhkan sama yang namanya ngerjain tugas.
Soalnya gak manjur tuh dua aktivitas dijadiin satu tempat. 

Semester tiga dulu gua sering yang namanya nginep tempat temen
buat bikin projek Pemrograman Java untuk Uas. Alesan gua biar bisa dapet nilai lebih dari C.
Ya, walau nilai gua gak lebih gak kurang , C. 

Kadang niat tak sesuai kenyataan. Dan alhamdulillah gua udah
 ada niat mau ngerjain tuh tugas. Kan yang penting udah niat.

Sering banget kita ngerjain tugas sampe jam tiga pagi, 
mata kiyip-kiyip karena cuma tidur bentar. Sangat-sangat berat perjuangan gua waktu itu.

Tapi gua inget-inget,sebelum ngerjain kan gua beli makan dulu, makan terus kekenyangan, terus istirahat bentar dan selalu ngobrol sampe-sampe lupa kalo ada tugas deadline
Terus baru ngelanjut lagi, tidur bentar lagi, cerita lagi, ngobrol lagi, ngelanjut lagi.

Dan setelah gua itung-itung pake kalkulator ternyata perbandingan
ngerjain tugas dan ngobrol itu 1:4. Kok bisa? 
Ngasal aja mah gua ngitungnya.

Gua juga sering mengajak dan diajak ngerjain tugas bareng.
Dan alhasil gua selalu rugi karena gua ngobrol terus.  Kadang gua kasian sama teman yang ngerjain tugas bareng gua.

Gua juga tau kelemahan gua, gak bisa yang namanya belajar
bareng karena selalu jadinya ngobrol bareng dan endingnya tuh tugas pada dikerjain sendiri-sendiri. Gak sesuai dengan tema “bareng”.

Buat kamu-kamu yang suka diajak temen buat ngerjain tugas,
dan lo kayak gua, mending sebelum belajar bareng lo belajar duluan.

Jadi, waktu tugas lo gak kelar gara-gara keasikan ngbrol lo udah bisa ngerjain atau malah udah ngerjain.
So, gak bakal morat-marit deh muka lo karena tugas belum kelar.

Jumat, 16 Mei 2014

Menunggu


Salahkah jika mengharapkan dia?
 
Entah karena dia itu belum, sedang atau pernah masuk ke hidupku.
Tepatnya berharap dia nanti bersamaku.
Tepatnya berharap dia nanti mendampingiku.

Ada yang bilang, “jangan terlalu berharap jika nanti nyatanya tak bersama,
kamu sedih, kamu sakit”.

Benar kalimat itu, tapi tak semudah apa yang diucapkan.
Ini menyangkut yang namanya hati dan perasaan.

Salahkah jika dalam lantunan doaku, namamu kusebut?
Berharap dia jadi yang terbaik untukku.

Sepenting apa, sehebat apa dia itu?

Hmm, pandangan orang beda-beda. Karena ini menyangkut hatiku dan perasaaanku
maka jawabannya hanya hatiku yang tahu.

Ada yang bilang, “ ketika kamu berdoa dia yang terbaik, Tuhan mengabulkannya,
padahal mungkin saja Dia mau memberikan yang lebih dari dia”. Lucunya.

Benar atau tidak, jawabannya rahasia.

Ada yang bilang, “ Tuhan sengaja memberikan seseorang yang salah
sebelum kamu bertemu dengan orang yang tepat.”
Aku memilih, mengabaikan orang yang salah dan menunggu orang yang tepat.

:)

Selasa, 13 Mei 2014

kenangan


Aku rindu pesanmu
Kenapa harus menjadi berbeda ketika keadaannya berbeda?
Tak bisakah seperti biasa?

Aku rindu

Rindu yang setiap hari menanjak sampai titik tertinggi
Rindu yang memanas dalam dada

Aku rindu

Sebuah kamar kecil itu saksi
Sebuah cermin dihadapannya juga saksi

Semua tertera dalam bingkai
Bingkai yang terpajang dalam tembok putih

Semua ada dalam folder
Folder yang kubuat sendiri
Folder yang tak pernah kurename
Selalu bertulis kenangan

Pages